45 Tahun Kita Bertemu?


Sore itu hujan begitu deras, disertai suara petir menyambar. Tanpa harus menunggu ijin dariku, cahaya kilat menembus celah kelambu jendela kamarku. Aku yang masih nyaman dengan mimpi indahku waktu itu, seketika terhenyak dan kaget. 

Mata masih sukar melek, kepala juga masih sedikit pusing. Aku masih ngantuk, tapi aku sempatkan lihat handphone sebelum aku rajut kembali mimpi manjaku, barang kali ada harapan baru. Kulihat ada dua nomor baru yang tak kukenal siapa pemiliknya masuk sebagai panggilan tak terjawab.

Ada sedikit rasa sesal, tenyata bukan harapan baru yang kutemui dari dalam mimpi itu. Aku mulai kesal sama kasur, dia hanya bisa memberi harapan dan angan tanpa harus menjadikannya nyata. Agak sedikit marah, aku caci kasurku sendiri dengan emosi.

Tidur jadi sangat gerah, seperti ada bara api saja dibawahnya. Sekelebat mimpi tadi masih sembunyi didalam memori. Aku merasa bara api semakin menyala, keringatku mengucur deras. Aku kepanasan dan mulai segan merajut angan.

Aku pikir tidak ada salahnya kirim pesan singkat ke nomor yang tak kukenal tadi. Aku tanyakan saja siapa dan apa maksudnya? Dia membalas dengan seadanya tanpa menyebut nama. Aku mulai bertanya-tanya, tapi lama-lama aku jadi terbiasa.

Selama ini, aku tidak tahu sedang berkirim pesan dengan siapa? Dia mengenalku, dia tahu nama lengkapku dan tentangku. Tapi aku tidak tahu apa-apa soal dia, yang kutahu dia sangat mencintai buku dan ingin bertemu denganku.

Dia bilang sudah 45 tahun yang lalu kita bertemu, ah aku rasa dia hanya ingin mengerjaiku. Setiap hari aku samakan gaya bahasa, kesukaan dan semuanya yang dia bicarakan denganku melalui pesan dengan teman-teman sekelilingku. Tapi tak ada satupun yang menyerupainya.

Aku mulai nyaman bicara dengannya, mungkin karena kita sama-sama penggemar buku atau memang kita pernah bertemu, aku tidak tahu. Aku suka kata-katanya "Tak ada teman sejati, yang sejati hanyalah buku, maka berteman baiklah dengan buku." 

Mungkin ini harapan baruku, tapi dalam wujud yang berbeda. Masih banyak teman yang mau berbagi cerita denganku. Untuk teman baruku, kamu tahu siapa aku, tapi aku tidak tahu siapa kamu? Semoga kita lekas bertemu.

Waktu Yang Pas


Setiap orang bertanya, apa susahnya melakukan ini? Apa susahnya kembali melanjutkan kuliah disana? Tapi kenyataanya aku merasa sangat sulit. Bisakah kita bersikap seperti keluarga yang saling mendukung, agar bisa meraih apa yang kita inginkan bersama.

Kebetulan saja aku sedang menghadapi masalah disana, lingkungan dan sirkum waktunya membuatku sangat lelah dan pusing. Tapi aku sama sekali tak peduli, ini bukan suatu alasan.  Aku cuma ingin memanfaatkan kesempatan dengan sebaik mungkin. Dan kesempatan ini memang yang aku inginkan.

Tapi ya, justru aku merasa sangat beruntung. Alam tahu betul kapan waktu yang tepat memberikan solusi dan jalan baik buatku. Setelah disakiti, aku dibahagiakan olehnya. Sebagai gantinya aku akan disana selama tiga tahun. Meskipun aku harus mengendorkan sesuatu, tak masalah. Aku akan lakukan ini nanti dengan sungguh-sungguh.

Yang sudah lalu, biarlah!!! Melepas sesuatu yang harusnya aku lepas disaat yang pas adalah hal yang melegakan. Menjauh dan tidak menikmati kesedihan lagi merupakan ketenangan jiwa. Aku hanya ingin menyadari, aku sangat berbeda dengan yang lain. Yang tidak mudah mendapatkan apa yang diinginkan. Yang tidak mudah bermanja dengan kesenangan. Selamat tinggal.

Cintaku


Laut yang terhampar luas
Seluas itukah cintaku?
Deburan ombak yang besar
Sebesar itukah cintaku?
Sepoi-sepoi hembusan angin pantai
Sesejuk itukah cintaku?

Paling tidak aku punya cinta
Yang tertata indah di hatiku
Akan bermakna luas seluas samudra
Akan sebesar deburan ombak
Dan akan sesejuk angin pantai
Manakala kau menghampiriku

Pekalongan, 2014

Bayang - Bayang

Aku coba menghitung
Ternyata bukan angka-angka
Aku coba mengeja
Ternyata bukan aksara
Aku coba mengucap
Tapi juga bukan kata-kata

Aku kira dari Timur
Ternyata dari Barat
Yang aku kira dari Utara
Ternyata dari Selatan
Dan aku kira kau berada
Di Timur, Barat, Utara dan Selatan
Ternyata kau ada di Tenggara

Aku memilih ke kanan
Ternyata kau di kiri
Aku toleh ke kiri ke kanan ke atas ke bawah
Tenyata yang aku tangkap
Hanya bayang-bayang

Magelang, 2014

Dibalik Cerita Semak

Adegan antara wanita kedua (Dian) dan pria (Adi)

Teater adalah permainan menarik, seru dan sering membuat adrenalin terpacu, bagaimana tidak? Melalui teater, selain bisa menambah pengalaman. Tetaer bisa mempertemukan kita pada cinta.

Tak perlu meragukan, bahwa mencintai dan dicintai itu ada. Disini aku sedang bercerita mengenai seorang pujangga. Karkater dalam naskah Di Dalam Semak yang kubuat penuh kharisma.


Adegan antara wanira kedua (Dian) dan  pertama (Kinyot)
Naskahnya sudah lebih dulu aku upload, silahkan lihat di sini. Pujangga yang sering menebar senyum penuh makna, karakter yang selalu membuat wanita jatuh cinta. Termasuk dua wanita yang tak jelas siapa namanya.

Yang jelas, kedua wanita ini sangat dekat dan akrab. Keduanya dibuat dilema olehnya. Memang dia tebar senyum kepada siapa saja, tapi tak semua wanita mendengar dia baca puisi ciptaannya.


Teater Embun

Naskah ini kupentaskan pada tanggal 14 Januari 2013, bersama teater Embun dengan semangat membara. Terima kasih teman-teman, semoga pertunjukan yang pernah kita lakuakan ini menambah semangat juang kalian dalam menggapai cita.

Bekisar Merah

Doc : Pribadi


Terlepas dari teori sastra yang tak kumengerti. Karena terlalu rumit buatku jika harus menggunakan metode analisis sama perisis dengan buku yang berisi aturan macam itu. Sekarang aku hanya ingin menulis mengenai dan menanggapi sebuah buku yang baru saja selesai kubaca tadi malam, dengan maksud mencoba menjadi pembaca yang baik, pembaca yang kritis. Jadi silahkan rumuskan sendiri, metode apa yang aku gunakan dalam analisis singkat ini. Tidak masalah buatku, jika ini pun disebut sebagai metode ngawur.

Novel Bekisar Merah karya Ahmad Tohari sudah kubeli sejak dua bulan yang lalu, tapi baru sempat kubaca tadi malam. Jujur, awalnya aku sama sekali tidak mengenali penulis yang pernah mengikuti International Writing Program di Amerika selama tiga bulan ini. Karena hal ini pula, kesukaanku terhadap karya sastra patut dipertanyakan. Betapa bodohnya aku, kenapa aku baru mengenal Ahmad Tohari justru baru-baru ini, sempat menyesal kenapa tak dari dulu.

Seperti ketiban bintang, karena kini aku punya penulis baru yang kusuka. Salah satu penulis hebat dari bangsa ini, penulis yang selalu mengedepankan pengalaman hidup kedesaannya, penulis yang menonjolkan kehidupan rakyat kelas bawah dengan latar alam yang selalu dilukiskan melalui tulisannya, sehingga aku  ingin mendatangi imajinasiku untuk menikmati keeksotisannya.

Waktu aku baca halaman pertama, buku ini mampu membuatku candu, membawaku tenggelam seperti dalam pengaruh ekstesi. Menurutku, halaman demi halaman mempunyai sisi misteri sendiri, yang selalu membuatku  penasaran dengan halaman berikutnya.

Kisah yang terjadi disetiap halaman, membuat cerita sendiri. Membuat memori kembali terisi dan lebih berekspresi. Aku sempat penasaran dengan penulis ini, karena yang dituliskan begitu detail. Ahmad Tohari selalu mendiskripsikan tokoh cerita dengan teliti. Adegan yang terjadi didalamnya pun sering membangkitkan emosi.

Tentang buku ini :

Lasi seorang gadis desa turunan Indo-Jepang yang mempunyai kulit puith, mata indah dan lekuk pipi menawan ketika tersenyum. Ibunya diperkosa oleh bekas tentara Jepang, yang menjanjikan akan bertanggung jawab, tapi justru tak pernah kembali. Ini juga membuat Lasi dan Ibunya sering mendapat cibiran dari warga desa Karangsoga.

Kisah hidupnya yang teramat tragis, membuat Lasi menjadi murung. Setelah dia merawat sang suami selama berbulan-bulan yang lumpuh akibat jatuh sampai sembuh. Lasi harus menelan pil kecewa karena cinta dan setianya kepada suami terkhianati. Darsa menghamili seorang gadis cacat yang bernama Sipah.

Karena sudah tidak kuat lagi menahan emosi, Lasi nekat pergi meninggalkan kampungnya. Di jalan dia bertemu dengan dua sopir truk pengangkut gula yang akan dikirim ke Jakarta. Awalnya Pardi sang sopir dan Sapon sang kenek melarang Lasi untuk ikut. Mereka menyarankan pulang, tapi Lasi ngotot mau ikut. Karena iba dan mengerti kondisi Lasi sedang tersakiti, mereka pun mengizinkannya.

Setelah sampai di Jakarta, Lasi tidak mau diajak pulang malah memilih hidup bersama Bu Lanting, seorang mucikari yang punya banyak relasi. Semua pelanggan Bu Lanting adalah kalangan petinggi yang mempunyai banyak lobi.

Lasi menjadi bekisar dikehidupan megah sang suami kaya di Jakarta. Bekisar adalah sebuatan warga pribumi yang punya wajah blasteran. Lasi abdikan kesetiannya untuk sang suami. Pak Han selalu memberikan dan mencukupi kebutuhan Lasi dengan mewah. Namun seiring dengan berjalannya waktu, Lasi merasa perkawinannya adalah main-main. Lasi merasa sepi dan hampa dengan status isteri yang disandangnya.

Lagi-lagi Lasi harus tersakiti. Tanpa persetujuannya, Pak Han menceraikan Lasi demi kepentingan pribadinya, Lasi diserahkan oleh Bambung, seorang belantik kekuasaan negeri. Bambung menyukai Lasi sejak awal pertemuannya bersama Handarbeni.Kemewahan dan kemegahan kembali Lasi hadapi yang selama ini tak pernah dimengerti, sehingga dia harus terseret pada masalah belantik kekuasaan dalam berurusan dengan penguasa-penguasa negeri.

Ditengah rasa gundah, cemas, kesal, sedih, takut dan bingungnya,  membuat cerita cinta antara Lasi dan Kanjat kembali bersemi. Kanjat seorang perjaka, anak terpandang di desa Karangsoga dan terpelajar yang kini jadi dosen membuktikan cinta sejati. Mereka berdua menikah siri dan kabur menuju Sulawesi.


Perjuangan cinta mereka belum selesai sampai disini, kaki tangan Bambung berhasil menemukan mereka dan menyeret Lasi kembali ke Jakarta. Kanjat tak berhenti, dia terus mencari kemana Lasi dibawa lari. Kanjat yang ditemani Pardi berhasil mengetahui, ternyata Lasi sedang diperiksa di markas polisi. Berkat kegigihan dan cinta Kanjat kepada Lasi dan dibantu oleh seorang pengacara, Lasi berhasil dibebaskan dari tahanan negeri. Akhirnya, Kanjat dan Lasi kembali ke kampung halaman, haribaan yang mulanya menjadi kenangan penuh emosi. Kini justru kisah cinta sejati antara dua sejoli yang terpatri.

Aku Punya Janji

Untukmu Ibu

Yang menjaga dan mengasihiku dari bayi
Sampai aku tumbuh besar begini
Kau banting tulangmu sekuat tenaga
Kau cucurkan keringatmu sepanjang usia

Aku masih saja terus sembunyi
Dibalik ego yang sama sekali tak berarti
Setiap malam kau mengeluh sakit kepala
Tapi aku hanya diam tak bisa apa-apa

Sejauh ini aku belum bisa balas budi
Karena aku harus membayarnya dengan harga tinggi
Setiap malam menetes air mata
Yang selalu muncul menyesak dada

Melihatmu begini aku jadi sering lara hati
Tapi tak apa karena aku punya janji
Kuatlah, hilangkan nestapa
Karena aku ingin membuatmu bahagia

Kajen, 2014

Mengenang Sinarsih

Disebagian universitas atau sekolah tinggi, Proyek Kerja Mahasiswa merupakan ko-kurikuler pendukung yang wajib diambil dan dikerjakan oleh mahasiswa. Dengan tujuan agar mahasiswa mampu menerapkan ilmu yang sudah didapat dikelas kepada masyarakat.

Dalam kesempatan ini mahasiswa dituntut dua hal yaitu; Pertama, belajar mandiri untuk menentukan satu kegiatan yang diminati. Kedua, mendesain suatu kegiatan yang akan ditawarkan kepada masyarakat pengguna dalam bentuk proposal, baik secara kelompok maupun individu.


Nah, mata kuliah ini wajib aku ambil, karena PKM berlaku dikampusku dulu. Singkat cerita, aku membentuk kelompok PKM bersama ketiga temanku, sebetulnya lebih enak individu sih, tapi kelompok sudah terlanjur dibentuk. 


Awalnya kelompok kami ingin menawarkan jasa berupa strategi marketing kepada industri rumahan, dimana sasaran kami adalah pabrik kripik pedes yang lagi digandrungi sama anak muda Yogyakarta waktu itu.



Proposal sempat kami konsultasikan dengan dosen pembimbing PKM, malah sudah disetujui olehnya. Tapi sebelum proposal itu dikirim ke pabrik, banyak saran dari beberapa dosen agar kami mengganti proyek yang akan dikerjakan, menurut mereka proyek kami sangat biasa-biasa saja dan sudah banyak mahasiswa lain melakukan itu.



Setelah kami rapatkan, kami berempat sepakat untuk mengganti proyek kerja dan membuat rumah produksi pertunjukan teater, dengan pertimbangan, mahasiswa angkatan 2010 dikampus kami punya kelompok teater dengan nama teater Embun, dimana saat itu kami berempat juga tergabung didalamnya.


Logo Teater Embun
Kami merasa selain bisa mengeksplorasi kemampuan teater Embun, kami juga bisa mempromosikan kampus dengan cara yang berbeda, yaitu melalui pertunjukan teater di luar kampus. Proyek kerja ini kami sebut sebagai duet apik, karena melibatkan dua kelompok yaitu antara Teater Embun dan LSP sebagai rumah produksinya.



Logo rumah produksi kami berempat "LSP"
"Langit Seni Production" adalah nama rumah produksi yang kami tetapkan. Seiring dengan berjalannya waktu, salah satu teman kami Adhisty terpaksa mundur dari LSP karena sedang menjalani masa cuti kuliah.



Hengkangnya Adhisty dari LSP, membuat kami merekrut teman kami yang lain, namanya Erick, Pada proyek sebelumnya Erick mengalami kebuntuan alias mandeg dan tidak bisa melanjutkan proyek kerjanya karena kendala birokrasi.



Personil kembali menjadi empat orang, LSP diketuai oleh Andien, Ragil sebagai bendahara, Erick sebagai humas menggantikan posisi Adhisty sebelumnya dan aku bertugas sebagai sekertaris. Meskipun secara lembaga Adhisty mengundurkan diri, tapi dia tetap berkerja dan turut serta mengerjakan tugasnya sebagai strategi marketing yang dibawahi oleh Teater Embun.

Segala daya dan upaya kami lakukan demi suksesnya proyek kerja ini. Dari mulai mencari dana, mengatur daftar belanja, pembukuan, koordinasi dengan relasi, meeting dengan tim produksi dan para pemain, mengatur jadwal, pengadaan sarana dan pra sarana bagi tim inti, tim produksi dan para pemain. Dan tentunya masih banyak lagi. Sampai setiap kami rapat, selalu saja ada air mata yang menetes dan keringat yang mengucur karena emosi.


Koran tribun

Ditengah perjalanan kami, ada salah satu media koran yang meliput persiapan pertunjukan teater ini. Rasanya kami sangat senang dan bangga, karena media pun ikut mendukung.



Tepat pada hari Jum'at, tanggal 19 April 2013 di gedung Societet Taman Budaya Yogyakarta, kami dieksekusi oleh rasa cemas dan nervous yang teramat sangat, meskipun ini bukan pertama kalinya kami pentas, tapi ini adalah pentas perdana bagi kami di luar kampus. 



Karena ada beberapa masalah yang tidak terduga, terpaksa kami harus mengundur jam pentas sedikit molor dari jadwal yang sudah ditentukan. Beruntung saat itu penonton mau menunggu pintu gedung sampai terbuka tanpa protes. 



Poster by yunr
Sedikit menambah cemas jika tidak ada penonton yang datang, karena malam itu Yogyakarta diguyur hujan yang cukup deras. Setelah semua masalah bisa kami tangani, tepat pukul 19.45 WIB pintu gedung sudah bisa kami buka, pertunjukan berlangsung tepat pukul 20.00 WIB.


Waktu itu, aku memilih duduk dilantai atas dengan penata cahaya dan dokumentasi, agar aku bisa lebih mudah koordinasi dengan crew apabila terjadi masalah yang tak terduga, tapi aku sangat bersyukur, sampai pertunjukan itu selesai, kami tidak menemukan kendala apapun.



Sekelumit tentang sinarsih :



Adegan Sinarsih (Dian) dengan Basuki (Ragil),
 foto ini diambil saat gladi bersih (doc:Reza)
Sinarsih merupakan judul teater yang kami pentaskan, dimana aku berperan sebagai penulis skenario dan sutradaranya. 

Sinarsih adalah gadis yang memiliki dua sisi kepribadian, dia adalah seorang pembunuh juga seorang penyelamat. Dia membunuh banyak laki-laki karena kisah hidupnya yang buruk dimasa silam. Kebencian dan dendam yang menyelimut dalam hati Sinarsih juga dikarenakan hukum yang tidak adil. Sinarsih geram dengan ketidakadilan hak dan asasi manusia yang menimpa sang ibu dan perempuan lain di kampungnya. 


Flashback adegan  Laila (Dian) dengan Basuki (Ragil), foto ini diambil saat gladi bersih (doc:Reza)
Dia merasa hidupnya akan sia-sia jika kebencian dan dendamnya belum terbalaskan. Dia membunuh laki-laki yang sudah memperkosa perempuan, termasuk ayahnya sendiri yang belakangan dia ketahui sebagai tersangka pemerkosaan sang ibu yang luput dari jeratan hukum sebelum ayahnya menikahi sang ibu. 

Kebencian Sinarsih kepada ayahnya semakin bertambah setelah mengetahui bahwa ayahnya menikahi sang ibu karena kecelakaan, yang mengakibatkannya cacat dan tidak mempunyai kaki, sehingga tidak ada gadis manapun yang mau dipersunting olehnya.


Adegan Mbok Gering (Yeni) dan Tantri (Tami), korban pemerkosaan (doc:Reza)
Disisi lain, Sinarsih menampung para perempuan yang sedang hamil akibat diperkosa dan menjadi yang terbuang. Dia menyelamatkan bayi-bayi yang tidak berdosa dari keinginan sang ibu untuk aborsi.

Adegan Ratih (Kinyot) dengan Kodir (Yasna) (doc:Reza)
Apa yang dirasakan Sinarsih berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan Ratih. Ratih adalah teman setia Sinarsih. Dia seorang pekerja seks komersil, yang seluruh hidupnya dia abdikan kepada para lelaki hidung belang untuk memenuhi hasrat seksnya, karena kisah cintanya yang cukup tragis dimasa lampau. Tapi kisah cinta Ratih menjadi drmatis dan romantis ketika Kodir datang sebagai preman pasar berhati mulia.

Sinarsih berpikir setiap kelahiran harus dibalas dengan kematian. Setiap bayi dari perempuan korban pemerkosaan lahir, dia akan menyusun rencana untuk membunuh laki-laki jahanam yang tidak bertanggung jawab memperkosa perempuan tersebut.

Habis selesai pentas, semua crew dan pemain foto dulu (doc:Reza)
Susunan crew dan pemain :

Produksi Langit Seni Production
Ketua : Osela Ekaninda Andini
Sekertaris : Ditya Al Santos
Bendahara : Ragil Wayan
Humas : Erick Novaliga

Sutradara dan Naskah : Ditya Al Santos
Editor Naskah : Ragil Wayan
Artistik : Erick Novaliga
Lighting : Dedi Henri
Musik : Rizky Saleh
Vocal : Mety Ristya, Wiwier Septiani, Lilis Permata
Puisi : Olivia Dilla
Stage Panggung : Jayanti Mitra
Kostum, Make Up : Adhisty Suprihantini, Natalia Desy
Fotografi : Reza Cessario
Mc : Latifah Nur
Ticketing : Yuliah Mekar, Feta Rais, Widya Ningsih

Pemain ;
Elisabeth Dianing sbg Sinarsih dan Laila
Ragil Wayan sbg Basuki
Riscy Kinyot sbg Ratih
Michael Liasna sbg Kodir
Retri Agitami sbg Tantri
Yeni Kartika sbg Mbok Gering
Osela Ekaninda Andini sbg Siam
Kusnadi Saputra sbg Bapaknya Tantri
Ulfa Tri Hayati sbg Ibunya Tantri
Rangga Budi P sbg Penjual Kacang

Pemain pendukung;
Kartika Dias
Titi Maria
Nurdiansyah

Bagiku ini adalah pengalaman yang sangat berkesan, kenangan yang tak pernah bisa kulupakan. Melalui proyek kerja ini aku sudah belajar tentang banyak hal. Melalui tulisan ini, aku ingin kembali bilang, terima kasih atas kerja keras LSP dan Teater Embun. Terima kasih kepada semua orang yang sudah menginspirasiku dan menyemangatiku. Selamat berkarya dan menggapai asa teman-teman semua. Salam.

The Razor's Edge

Book report!!! Don't try to copy paste this report, thank you.

Author : W. Somerset Maugham 

SETTING

Setting (Place) : There are two setting place in this story among others America (Chicago) and France (Paris), but in this story one of the character tells about their life and their experience in another country like India, Germany and Spain.

Setting (Time) : 1919 – 1992

THEME 

This story tells about writer that interested in people and what people do with their lives.

CHARACTERS

Main Character : W. Somerset Maugham the writer of The Razor’s Edge, I think he is a good writer and honest person, why? Because what he writes is what he did and he saw.  This story describes about good character that Maugham had. He is so friendly and gives some feel enjoyable to his friend for share about their lives.

Main Character : Larry (Laurance Darell) kind of difficult man to understand, he made his ways of this life, he just want to be free and freedom with his way. For Example, he just enjoyed his life to read many books in the library. He never thinks about find some job and makes a lot of money. For many years, he went to some place around the world that he wanted. The purpose to find the happiness, I guest. In the other hand, for the first time he leaves Chicago, he starts to stay in the places that he really comfortable. He goes around to German, Spain, India and Paris, but in the end of this story Maugham decided to live in New York. When he lives in India he met with a holy man, he learn about “Peace of Live”. That man teaches him a lot of happiness, insight and God. He stayed in India for two years. This is the fact if Larry is the man who’s always looking for something new in live. From that story Larry has story of love, he felt in love with Isabel, she is a daughter Elliot’s sister. But they cannot marry because Elliot forbid with their love story. 

Main Character : Elliot Templeton is a very rich man. He lives in America, but usually lives in Paris. He always dresses well and he was very polite. He hate with a poor people because he feel he that rich. He has a sister and beautiful niece, her name is Mrs. Bardley and Isabel. Elliot really like a big party and he always invited his friend to come in his house to party. He only invites rich people. When Elliot getting older, he still likes make some big party in his house. At that time everything has been changed. In 1992 when America lost a lot of money, all of the rich man becomes poor included Elliot. Cause of this, then Elliot decided to live in France till died.

THE STORY

The Razor’s Edge talks about the writer who interested in people and what they do with their lives. The writer is W. Somerset Maugham. Maugham writes about a man whom Maugham knew many years ago. That man had a strange life, but he never became famous. His full name is Laurence Darell and many people called him Larry.

The story begins in America, 1919. Maugham staying in the city of Chicago, because Maugham books had been published in England, Maugham became a famous and because of this Maugham met rich American called Elliot Templeton. One day, Maugham comes in Elliot’s party then Maugham known many new friends. 

Isabel fall in love with Larry, but her Uncle forbid because Larry is lazy person and he has no money. Larry always wants Isabel happy although without him. Larry just wants to be free with his life. Isabel feels sad because Larry wants to go away to looking for something new. Larry goes to Paris.

Because of love, Isabel visiting Paris to meet him. At the time, Maugham meets with her first, then they share each other about their feeling. Isabel know if Larry very busy with what he like. Larry spends the time to read a lot of books. Maugham gives some advices to her that for some people love knowledge is more important than love for one person. So Isabel left Paris and went back to Chicago while Larry stayed in Paris and Elliot was also living in Paris but of course he did not meet Larry.

Day by day, finally Isabel marries with Gray, but Gray was bankrupt. Elliot gives some support to find a job for Gray.  After Gray found some jobs, their financial back to normal. They are became a good friend for Maugham in Paris.

Maugham meets with Larry again in the big restaurant, and then they make a deal to visit Isabel and Gray at their flat. They have a plan to get some dinner together but suddenly Gray has a terrible headache. Maugham and Larry come to their flat to know Gray condition. Gray sitting in the library, the tablets from the doctor are no use. Gray feels this pain will kill him. But Larry tried to help him with his knowledge about the way to cure desease with meditation that he learned in India that time. After that, Gray seen be more healthy than yesterday.

That spring in Paris was very happy for both all of them. They travelled to country places near Paris and enjoyed themselves like children. They meet with Sophie Macdonald at the big restaurant. Isabel said about Sophie’s bad attitude to other because she still loves with Larry. This is because Isabel was a clever woman. When she wanted something, Isabel usually got her own way. But in this story describe that Sophie is bad woman, she is drank and took opium. Larry wants to help her but it was very difficult for change her life.

Elliot getting older now and he sick then he felt many people hate him, he was not get the invitation to attend princess’s party. Maugham tries to give some attentions to secretary of princess to re-invite Elliot so that Elliot happy. Have been a long time Maugham not see Larry. And in the autumn Maugham meet Larry in Paris again. Larry talks about his experienced when he goes around the world. He said the story when he was child. When he saw the young people die because God allowed it. Sophie has dead and gone because much drank and opium. 

In the finally, Larry tells Maugham about India, what he found and the freedom he got. He was not only found something new, but also feels happy and cozy. He joined with meditation in the cave, finally he found the God. He think that he must stay in India or never be happy again, Larry stayed in India to long time. He interested with Indian belief that they believe that life has no beginning and no end, when we past away, our life passes into another body. We life another life, but we do not remember what happened to us before. Larry changed his life and now he became a wise man and has a beautiful think and voice.

In a few days before Maugham visit to England, Maugham wanted to visit Isabel to tell her about the death of Sophie and about Larry’s plans. Maugham blame Isabel, because of her makes Sophie too much drink and opium. In the end, Larry will never become a famous man, but perhaps he has helped a few people to find happiness. Elliot died happy because he had received an important invitation. Isabel was rich and beautiful. Gray worked hard and people like him. Poor Sophie had an early death, but perhaps that was what she wanted. 

The main problems/conflicts in the story :

There are many conflicts, one of them is when Isabel falls in love with Larry, and her Uncle disagrees with their relationship because Larry is lazy person and has no money. Larry hates poor people. 

How did the story conclude? Were I surprised by the ending?

I really surprised with the ending, because Isabel has scheming with Sophie, she wants Sophie never marry with Larry. If Sophie had married with Larry, she would have ruined his life.

MY THOUGHTS :

I would recommend this story to others, because this story is very simple but full meaning. There are a lot of values about life and love. This story teaches me that we don’t regret our selves although many people said if we are stranger because if we want to be happy, just do what we want and we can be happy. 

Sekarang Aku Tahu

Yang Berdiri Bisu

Air sungai mengalir deras sampai ke hulu
Sederas cintaku kepadamu
Di hutan rimba kutemui penebang kayu
Tapi yang kuharap cuma kamu waktu itu

Aku berhasil mengungkapkan rindu
Aku berhasil mencintaimu yang terkadang ragu
Kini semua sudah berlalu
Mungkin sudah saatnya aku melaju

Oh kasihku,
Memang betul aku tak sekuat kamu
Tapi sekarang aku tahu
Bahwa cinta tak melulu menyatu

Kajen, 2014